Kamis, 07 Maret 2013

MERUQYAH DISERTAI PEMAHAMAN YANG BENAR SEHINGGA MUNCUL KEYAKINAN YANG KUAT


Banyak tipu daya setan yang membuat kita takut hingga ragu untuk percaya diri melakukan ruqyah, baik itu meruqyah orang lain, maupun ruqyah mandiri..

ada doktrin yang berkembang saat ini seputar efektifitas Al Qur'an, dan dapat dikatakan ini adalah doktrin pembodohan dan penyesatan. kalimatnya sederhana "SEORANG HAFIDZ AL QUR'AN BISA KESURUPAN"
Jawabnya saderhana
1. bisa karena niat ingin di puji
2. Stress faktor karena dikejar target mesti hapal sekian juz dan rasa khawatir bahkan takut jika hapalannya hilang
3. bisa jadi itu memang ujian dari Allah untuk para peruqyah

lalu, apa yang dibidik setan dari seorang peruqyah???
sasaran paling empuk bagi iblis adalah sistem nalar kita, logika kita, atau mindset kita

karena itu lah, setan sulit menggelincirkan ahli ilmu ketimbang ahli ibadah yang tidak memiliki ilmu/pemahaman

Proses Ruqyah Syar'iyyah adalah proses yang tak hanya mengandalkan pembacaaan ayat-ayat Al Qur'an saja.. namun proses ini melibatkan dua hal penting lainnya yang memberikan efektivitas maksimal yaitu KEYAKINAN dan PEMAHAMAN dari PERUQYAH maupun YANG DIRUQYAH. dan tentunya keyakinan yang benar harus diawali dengan pemahaman dari apa yang diyakini, jika tidak, maka sama saja itu keyakinan yang bodoh/jahiliyah. dan setan senang akan hal ini.. sehingga setan akan memutar balikkan fakta dimana jika ada dua orang peruqyah yang bersamaan melakukan ruqyah terhadap satu orang yang sama.. peruqyah pertama bacaannya tartil, peruqyah kedua bacaannya kurang baik.

saat peruqyah pertama melakukan ruqyah, jin tersebut justru tertawa-tawa walau pun dibacakan hingga ngebusa.. yang mengherankan, ketika ditangani oleh peruqyah kedua yang bacaannya kurang baik, pasien langsung muntah-muntah..

lalu si peruqyah kedua bilang ke peruqyah pertama : cara antum kurang efektif, kalah dengan cara ane..

maka di sinilah setan mulai berhasil menjebak kedua peruqyah tersebut

lalu peruqyah pertama pun berpikiran negatif, iya yah..., jebakan kedua, maka peruqyah oertama pun menjadi pesimis dan pada akhirnya menggampangkan soal bacaan

SUNGGUH UNIK SIASAT SETAN
pada peruqyah pertama, setan membisikkan rasa lebih hebat dengan bacaannya
pada pruqyah kedua, setan menginfeksi hati dengan penyakit malas untuk memperbaiki bacaan, dan tinggi hati ketika ia dengan mudah mengeluarkan jin dari pasien

OK Guys n Girls..
Learning Al Qur'an is Easy..,
Learning Al Qur'an is Fun!!!

Mari kita sikapi dengan bijak Kalmullah/kalimat Allah ini..

Aplikasi Al Qur'an dalam Ruqyah tak sekedar Asy Syifa (penyembuh), tapi ada fungsi lainnya yaitu sebagai "Hudan"/petunjuk.. maka dalam hal penyembuhan, kita pun perli petunjuk (hudan) prosedur dari proses penyembuhan tersebut

di sinilah fungsi hudan berperan, yaitu ketika dalam pembacaan ayat demi ayat.. sehingga ketika kita mengerti bacaannya, maka hati akan semakin yakin akan efektifitas Al Qurna ini

OK,
Di sini saya akan mempraktekkan ruqyah sapu jagad praktis, dikatakan praktis karena saya hanya mengambil beberapa doa dan ayat saja. namun bukan itu yang kita tekankan, akan tetapi penekanannya ada pada makna dari setiap doa dan ayat yang kita bacakan saat ruqyah..

baiklah..,
dalam ruqyah sapu jagad setidaknya ada 4 tahapan yang harus dilalui
1. pembacaan doa perlindungan dan penguat keyakinan
2. An Nida atau pemebrian peringatan
3. Pembacaan ayat-ayat ruqyah
4. Doa-doa closing

sekali lagi, di sini saya menekankan untuk memahami makna setiap bacaan sehingga kita mengerti dan tumbuh keyakinan yang besar pada Allah

OK,
LANGSUNG SAJA KITA PADA PETUNJUK PRAKTENYA

STEP ONE : DOA PERLINDUNGAN
Astaghfirullahal 'adziim alladzii laa illaha illahuwal hayyul qoyyum wa'atubu ilaihi 3X
(aku mohon ampun pada Allah Yang Maha Tinggi, Yang tiada tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, dan aku bertobat pada-Nya)

Bismillahiladzii laa yadhurru ma'asy mihii syai'un fil ardhi walaa fis samaa' wa Huwa Samii'ul 'Aliim 3X
(Dengan menyebut Nama Allah, tidak ada yang menyebabkan kemudharatan di langit dan di bumi, dan DIa Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)

Ya Hayyu yaa Qoyyum birohmatika nastaghiits 3X
(Wahai Allah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengna rahmat- Mu aku mohon pertolongan)

dan doa-doa perlindungan lainnya, disertai pemahaman maknanya

STEP TWO : Pemberian peringatan
Contohnya
Ya Ma'syarol jin
wahai para jin, kelaurlah kalian dengan penuh ketaatan pada Allah..
Jika tidak,saya akan meminta kepada Allah untuk membakar kalian
Allah ciptakan kita hanya untuk beribadah, bukan untuk mengganggu
segeralah keluar, jika kalian tetap di dalam, kalian akan tersiksa dengan lantunan ayat-ayat Al Qur'an ketia ia mengaji, dan ketika ia berdoa..

dst secukupnya

STEP THREE : PEMBACAAN AYAT-AYAT

QS. AL FATIHAH :
Fungsinya untuk menguatkan sandarak kita pada Allah.. bisa dibaca tiga sampai tujuh kali

{1} بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

{2} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,

{3} الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

{4} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Yang menguasai hari pembalasan.

{5} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

{6} اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,

{7} صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

AL BAQARAH : 1-5
Fungsinya sebagai penguat kayakinan kita akan kebenaran Al Qur'an
serta mengamalkan point-point pada ayat ke 3 sampai ke 5

{1} الم
Alif Laam Miim.

{2} ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

{3} الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

{4} وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

{5} أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

AL BAQARAH : 255-256
Fungsinya memberikan kita keyakinan bahwa Allah tidak pernah lalai dari memperhatikan kita

{255} اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

{256} لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

QL BAQARAH : 257
Fungsinya untuk meyakinkan kita bahwa selama kita beriman Allah akan selalu ada melindungi kita

{257} اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Al Baqarah : 184-186
Fungsinya memberikan kita keyakinan bahwa Allah tidak akan menguji kita melainkan sesuai kemampuan kita.. dimana jika Allah menurunkan ujian, maka saat itu pula Allah memberikan kita kemampuan untuk melewati ujian tersebut

{284} لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

{285} آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

{286} لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

AN NISA : 76
Memberikan kita keyakinan bahwa TIPU DAYA SETAN LEMAH!!!

{76} الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.

AL ANFAL : 48
Setan itu pengecut, hanya memprovokasi, sedangkan ketika bertemu orang-orang mukmin dia kabur

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

AL Isra : 82
Al Qur'an Rahmat dan penyembuh bagi orang-orang beriman
Al Qur'an tidak benrguna bagi orang (manusia atau jin) yang dzolim sekali pun ia hafal dan fashih membacanya.. dapat menjadi bantahan bagi jin yang lebih pintar membaca Al Qur'an

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (٢١) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (٢٢) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٢٣) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢٤)

021. Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini ke atas sebuah gunung, nescaya engkau melihat gunung itu khusyuk serta pecah belah kerana takut kepada Allah dan (ingatlah), misal-misal perbandingan ini Kami kemukakan kepada umat manusia, supaya mereka memikirkannya.
022. Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata; Dialah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
023. Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Menguasai (sekalian alam); Yang Maha Suci; Yang Maha Selamat Sejahtera (dari segala kekurangan); Yang Maha Melimpahkan Keamanan; Yang Maha Pengawal serta Pengawas; Yang Maha Kuasa; Yang Maha Kuat (menundukkan segala-galanya); Yang Melengkapi segala KebesaranNya. Maha Suci Allah dari segala yang mereka sekutukan denganNya.
024. Dialah Allah, Yang Menciptakan sekalian makhluk; Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang Membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut yang dikehendakiNya); bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadaNya segala yang ada di langit dan di bumi dan Dialah Yang tiada bandingNya, lagi Maha Bijaksana.

AL Ikhlas = Menggantungkan diri pada Allah
AL Falaq = Pelindungan dari kejahatan malam dan penyihir
An Nas = Perlindungan dari gangguan setan baik dari golongan jin maupun manusia

STEP FOUR
DOA CLosing

Bismillahi arqiik wallahu yasfiik, min kulli daa'i ya'tiik, wa min syarri naffatsaati fil 'uqaad, waminsyarri haasidin idzaa hasaad 3X
(dengan nama Allah Aku meruqyah mu, dan Allah yang menyembuhkan, dari penaykit yang mengenai mu, dari para tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kajahatan orang dengki jika ia mendengki.

dan doa-doa lainnya yang maknany memberikan kesembuhan Semoga sedikit gambaran ini dapat menambah keyakinan kita akan manfaat Al Qur'an yang tidak hanya sebagai penyembuh dari penyakit, akan tetapi labih dari itu, Al Qur'an adalah petunjuk untuk menjadikan kualitas hidup kita jauh lebih baik..

ALWAYS POSITIVE THINKING TO ALLAH..,
KEEP SPIRIT!!!

Senin, 04 Maret 2013

RUQYAH MANDIRI-REFLEKSI PERUBAHAN KUALITAS DIRI

Sering kali muncul pertanyaan dari pasien ruqyah, Apakah setelah diruqyah jin tersebut kembali lagi?
Jawabnya, bukan hanya kembali lagi, bahkan jin tersebut membawa teman-temannya yang jauh lebih kuat dan lebih bandel.

Mengapa demikian, karena pada hakekatnya mereka ada prajurit satanic yang dimandori oleh para setan yang menjadi pengawal iblis.. dan bukan setan namanya kalau tidak pantang menyerah dalam mengganggu manusia. apa yang telah tertulis di Al Qur'an pastilah terjadi di dunia nyata, maka inilah janji Allah.

Iblis menjawab : berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan. Allah berfirman : Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu. Iblis menjawab : Karena Engkau telah menyesatkan aku, maka aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan yang lurus. Kemudian pasti aku akan datangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka yang bersyukur.
QS. Al 'Araf : 14-17

Hanya malaikat saja yang bisa terbebas dari gangguan iblis, ruqyah bukan sekedar penyembuhan dari gangguan jin saja, akan tetapi ruqyah pada hakikatnya adalah proses pembersihan dan pembentengan diri dari serangan para setan yang tidak kenal kata menyerah sampai kita mati. bukan lah hal yang membuat kita kecil hati atau bukan pula hal yang membuat kita takut akan itu semua. Terciptanya watak satanic yang ada pada jin mau pun manusia adalah bagian dari skenario Allah untuk men-seleksi umatnya dalam mencapai derajat tertinggi di hadapan-Nya.

Ruqyah syar'iyyah bukan lah sebuah final bagi seseorang dalam mengakhiri urusannya dengan jin pengabdi setan. akan tetapi proteksi setelahnya lah yang menentukan sukses atau tidaknya ruqyah tersebut. targetnya bukan hanya kesembuhan pisik atau psikis saja, akan tetapi target  terpenting adalah perubahan karakter dan kualitas diri menjadi lebih baik. setidaknya ada lima point kunci kesuksesan proses ruqyah dan lima point ini pula yang merefleksikan pada perubahan kualitas diri yaitu sebagai berikut :

1. Hijrah hati
Kejahiliahan merupakan suatu kondisi yang sangat nyaman dan strategis bagi setan untuk dengan mudah memasuki diri manusia. di mana efek dari kejahiliahan ini adalah kebiasaan melakukan kemaksiatan yang mana setan sangat senang dengan hal ini, dikarenakan seseorang telah melanggar larangan Allah SWT. dalam kondisi ini setan dapat dengan mudah keluar masuk tubuh manusia yang lalai dari mengingat Allah dan lalai dari menjalankan perintah Allah. Ini adalah lahan yang subur dan teduh bagi setan untuk berada di hati manusia. maka perlu ada peralihan kondisi hati atau hijrah hati agar para setan dari golongan jin tersebut pergi dan tidak memasuki diri manusia kembali.

Bentuk hijrah hati sejatinya adalah taubatan nasuha dimana ia telah mengakui kesalahan, menyatakan penyesalan, berkomitment untuk tidak mengulanginya, dan berkomitmen untuk memperbaharui diri dengan akhlak yang baik. Namun di saat itu pula muncul bisikan setan yang melemahkan diri bahkan menimbulkan putus asa untuk berhijrah pada kebenaran. atau bisa juga dengan memunculkan bayangan masa jahiliyah kita sehingga kita merasa bahwa pintu taubat telah tertutup. Maka harus kita pahami dan yakini bahwa, ketika Allah memberi kesempatan kita untuk bernafas, maka sangat luas lah ampunan-Nya

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. yaitu orang yang berinfaq baik di waktu lapang mau pun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendzolimi diri mereka sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa tersebut, sedang mereka mengetahui.
QS. Ali Imran : 133-135


2. Muroqobah
Yaitu proses mendekatkan diri pada Allah atau bahkan lebih dekat lagi kepada Allah yang direalisasikan dengan ibadah pokok seperti menjaga sholat lima waktu, berdoa yang khusyu, dzikir pagi dan petang serta setiap saat. tujuannya adalah menjadikan hati menjadi tentram dan terproteksi dari gangguan jin dan sihir.

3. Ma'ahadah
Pintu-pintu dan sarana pengundang setan amat lah banyak  bahkan terlalu banyak untuk dijabarkan satu persatu. salah satu pintu setan adalah menjadikan indah kemaksiatan. oleh karena rasa selalu diawasi oleh Allah harus selalu ada. sehingga kita menjadi lebih hati-hati dalam menghadapi segala sesuatu yang dapat menggelincirkan kita dari jalan Allah.

4. Mujahadah
Point ini meliputi keseriusan diri dalam menghadapi segala cobaan dalam berhijrah hati karena semakin tinggi kualitas ibadah kita, maka semakin kuat dan bandel pula jin yang mengganggunya.

5. Muhasabah
Terkadang, kegelisahan diri atau ketidakpastian bukan hanya karena jin saja, akan tetapi kegiatan berbau maksiat lah yang menjadikan hati kita kotor dan gelisah. oleh karenanya, bagi setiap peruqyah disarankan untuk selalu muhasabah diri, agar setan tidak mengambil kesempatan dari kelalaian kita.